HARAPAN vs KENYATAAN

Tiba-tiba teringat salah satu pertanyaan yang dilontarkan pewawancara ketika sampai pada tes terakhir  di perusahaan tempat saya bekerja saat ini. Pertanyaan nya kurang lebih seperti ini,”pernah nggak kamu melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati kamu?” Saya pun menjawab: “Tidak. Saya selalu melakukan sesuatu sesuai kata hati saya. Karna kalau saya melakukan sesuatu karna paksaan orang lain, maka apabila sesuatu yang buruk terjadi dengan yang saya lakukan, maka pasti saya akan menyalahkan orang tersebut. Sedangkan, jika saya melakukan sesuai dengan hati saya, apapun hasilnya baik atau buruk akan saya terima dengan baik. Karna itu keinginan dan pilihan saya.”

Entah kenapa serangkaian kalimat itu yang terlontar. Setelah saya mengingat-ingat kembali masa dulu (jiah..) saya memang selalu membuat pilihan sendiri. Mulai dari dimana saya sekolah, dimana saya akan les bimbingan, jurusan apa yang akan saya pilih ketika spmb dulu, dan lain-lain. Karna saya merasa paham dengan siapa diri dan kemampuan saya.Apa yang saya mau. Apa yang akan saya lakukan. Walaupun menurut orang lain itu tindakan bodoh, tapi saya lebih merasa bodoh apabila saya melewatkan keinginan saya dan menomorsatukan keinginan orang lain. Karna sesuai dengan jawaban saya di atas, apabila nantinya tidak sesuai dengan harapan maka tentu akan membebani diri saya dan saya akan terus-terusan menyalahkan orang yang menuntut saya untuk mengikuti keinginannya.Serius banget ya kedengarannya. Hahaha..
Tapi terkadang jalan hidup tidak ada yang menebak. Saat ini, di kondisi ini, saya mengkhianati pilihan saya. Saya melakukan hal yang tidak sesuai dengan hati, keinginan dan kalimat yang pernah tercetus dari mulut saya. Dan, kesempatan yang hanya 1x dalam bekerja itu telah saya sia-siakan. Entahlah..terkadang rencana manusia belum tentu baik di mata Tuhan. Pembelaan saya sebagai manusia biasa pun terlintas. Sampai detik ini saya masih kurang mensyukuri keberadaan tempat ini. Padahal, tempat ini merupakan tempat yang sangat saya impi-impikan..dulu. Dulu, dulu dan dulu. Ketika mama masih berdiri tegak dan menyambut saya dengan senyumnya di depan pintu rumah.

Ternyata Tuhan juga punya bagian penting dalam rencana kehidupan kita. Tidak selamanya yang kita harapkan dan inginkan akan terlaksana indah. Bisa saja keadaan berbalik menjadi buruk ketika Tuhan tidak setuju dengan pilihan kita.

Ah, yang terindah adalah dapat berkumpul setiap hari dengan 2 orang tercintaku. Kurang baik apa Tuhan denganku? Masih saja mengeluh ini dan itu. Ampun Tuhan..