KATANYA

“Katanya kucing itu matanya 3 lho.”

“Katanya makanan di warung sana pakai cabai hijau dan tidak bersih cara memasaknya”

“Katanya dia itu pakai susuk lho”

“Katanya begini..begitu..dan begitu”

Katanya..katanya dan katanya, 1 kata yang bermakna bahwa suatu pernyataan yang telah disampaikan oleh orang lain kepada kita dan kita menyampaikannya lagi kepada orang lain tanpa mengetahui secara pasti apa yang disampaikan itu benar atau tidak. Syukur-syukur yang disampaikan benar. Benar yang dimaksud adalah memang terbukti nyata dan ada buktinya. Dan kita sebagai penyambung lidah pun dengan percaya diri membagikan informasi tersebut kepada orang lain. Harapannya menjadi manfaat bagi orang yang menerima informasi tersebut.

Nah, kalau ternyata salah? Berabe kan..

Dulu sekali, saya pernah berkumpul dalam suatu komunitas, saya terlibat perbincangan ringan dengan beberapa personil di dalamnya. Ringan..seringan isi cheetos harga 3 ribu. Tiba-tiba salah 1 personil nyeletuk,”eh katanya..sabun merk X tidak layak dipakai karna mengandung bahan-bahan berbahaya untuk dipakai manusia.”

Teman sebelahnya berkata,”ohya? Bener ya? Masa sih?”

Dilanjut lagi oleh si personil 1,”iya bener. Katanya..bahannya mengandung blablabla..dan uang hasil penjualannya digunakan untuk blablabla.”

Saya tergelitik untuk berkomentar,”penelitian darimana? Emang udah dibuktikan kalau sabun itu tidak layak dipakai?”

Selanjutnya, si personil 1 berusaha menceritakan “katanya” yang dia dapat dari berita yang tidak ada bukti nyata nya itu kepada teman yang disebelahnya. Dan saya melihat temannya itu manggut-manggut setuju.

Cerita di atas adalah contoh. Walaupun keadaannya sama tapi contoh kasus barang yang diberikan berbeda tapi hampir mirip seperti itu kisahnya. Ah lagi ngomong apasih..

“Katanya” entah itu benar atau tidak. Tapi sering kali orang dengan sangat percaya diri membagikan informasi tersebut kepada orang lain. “Yang penting muasin nafsu gue tentang ini itu, langsung share. Langsung kasitau orang lain.” Ups..tapi lupa untuk ngecek kebenaran informasi yang diterima dan kemudian diteruskan kepada orang lain itu.

Saat ini banyak sekali kasus membagi informasi yang berdasarkan “katanya” tersebut beredar di kalangan masyarakat. Terlebih di dunia maya, dimana ada informasi tentang si A, lalu klik tombol share dan seluruh member di akun sosialnya membaca. Di kehidupan sehari-hari pun aplikasi “katanya” juga sering didengar dalam kasus mamak-mamak yang sedang bergosip. “Katanya kan..dia itu suka belanja. Gini gitu.”

Nah..Syukur-syukur bener. Kalau ngga bener kan jatuhnya fitnah. Fitnah sama aja dengan dosa. Pengen ngjauhin dosa dgn membagi ssuatu berdasarkan “katanya” malah jatuhnya fitnah. Ngeri..

Bijaklah dalam membaca. Bijaklah dalam membagi informasi. Bijaklah dalam menyampaikan pesan kepada orang lain. Bijaklah dalam bergosip. Eh kok jadi gosip. Maksudnya bijaklah dalam membicarakan sesuatu. Terlebih dengan embel-embel “katanya”. Terlihat seakan-akan benar, tapi kadang kita lupa untuk mengetahui sumber pastinya. Benarkah hal tersebut? Sudah kita pastikan sendiri? Sudah melihat dengan mata yang nempel di muka sendiri?

Bersyukurlah kalau benar. Kalau tidak benar? Berarti nama tengahmu sudah dipastikan adalah tukang fitnah.

Jadi apa yang harus dilakukan? Saring semua informasi yang diterima. Benar atau tidak. Bicaralah berdasarkan bukti. Kalau tidak ada bukti, saya pun bisa bilang kalau saya anak presiden. Heheheh.. Jikalau punya informasi tapi tidak punya bukti yang jelas, kendalikan nafsu untuk berbicara daripada nama mu jadi semakin panjang dengan embel-embel sebutan yang saya sematkan di paragraf sebelumnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s