GEMPA MEDAN

Beberapa hari belakangan ini Kota Medan dihebohkan dengan guncangan gempa yang cukup sering. Sesering apa? Dalam satu malam bisa 2 atau 3 kali gempa susulan. Awalnya adalah gempa kuat sekitar 2 minggu yang lalu dan kemudian disusul dengan gempa-gempa kecil sampai tadi malam. Skala guncangan gempa sekitar 4 sr – 5 sr. Cukup keras dirasakan oleh penduduk Kota Medan. Tentu saja, timeline status media sosial saya dihebohkan dengan status teman dengan kata dasar “Gempa”. Wajar saja, Kota Medan jarang sekali dihebohkan dengan guncangan gempa. Terakhir, gempa di Pulau Nias yang cukup menghancurkan bangunan di Pulau tersebut.

Ngomong-ngomong tentang pengalaman gempa, yang paling kuat saya rasakan tentu saja gempa Aceh pada tahun 2004 yang memakan ribuan jiwa dan mengakibatkan tsunami Aceh. Apa yang saya rasakan? Kaki ini seperti tidak bisa menginjak tanah. Saya ingat sekali, hari itu Minggu pagi tanggal 26 Desember 2004 dan saya sedang pergi ke gereja. Tiba-tiba tanah seperti bergoyang dan saya pun ikut bergoyang dan hampir saja jatuh. Puyeng rasanya. Dari jauh terlihat jemaat gereja berkeluaran sambil teriak gempa.

Selanjutnya, tentu saja gempa di Pulau Nias yang menghancurkan bangunan pulau tersebut. Pulau Nias merupakan pulau di luar dari pulau Sumatera dan masih termasuk dalam kawasan Sumatera Utara.

Next, gempa di Kota Padang. Tapi, bukan gempa yang menghancurkan kota Padang di tahun 2009 ya. Saat itu, saya masih di Kota Medan. Dan, ketika saya menginjakkan kaki di Kota Padang pada bulan Desember 2009, Kota itu masih belum berbenah. Masih banyak bangunan rumah yang hancur yang membuat mulut saya menganga lebar melihatnya. Terlebih, hotel ambacang yang terletak di tengah kota Padang pun masih dibiarkan dengan reruntuhan batu dan bangunan yang hancur. Sulit untuk bangkit setelah gempa memporak-porandakan suatu kota.

So, gempa seperti apa yang saya rasakan ketika di Padang? Gempa perdana yang saya rasakan adalah gempa mentawai yang mengakibatkan tsunami di kepulauan mentawai. Saat itu status saya masih sebagai anak kost ingusan. Kemudian, gempa-gempa lain yang menghiasi kota Padang. Kota Padang termasuk salah satu kota yang rawan diguncang gempa. Karna kabarnya, ada patahan di bawah kepulauan mentawai yang menyebabkan pergeseran megathrust yang mengakibatkan gempa. Awalnya saya takut. Kalut.. Sebegitu saja sudah ketakutan, apalagi jika saya mengalami gempa Padang tahun 2009 yang merusak banyak bangunan.

Jadi teringat erita dari Kak Jeni salah satu senior di kantor Sumbar sekarang juga menjadi senior di kantor Sumut. Ketika gempa Padang terjadi, mereka kalang kabut. Lemari-lemari di dalam ruangan kantor berjatuhan. Mereka saling lari berpegangan. Saling menyebut nama Tuhan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Ketika aliran listrik harus mati berhari-hari bahkan aliran air yang juga ikut mati. Bingung..kalut. Bagaimana mengabari keluarga mereka? APa yang harus mereka lakukan.

Sekarang, Medan sedang giat diguncang gempa. Lokasi gempa pun bukan di Padang atau Aceh. Lokasinya di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Entah apa penyebabnya. Entah patahan apa yang mempengaruhi guncangan itu. Tapi, saya sudah cukup terlatih. Cukup terlatih untuk menghadapi guncangan gempa yang sering dan tiba-tiba. Jangan panik. Itu kuncinya. Karna ketika kita panik malah kecelakaan dapat saja terjadi. Entah itu terjatuh, atau apapun yang akhirnya membahayakan. Bukan karna gempanya tapi karna diri yang panik penyebabnya.

Update status? Ah, saya sudah membuat semua status alay tentang gempa ketika di Padang dulu. Masa iya sekarang saya juga harus tetap alay. Heheheh..

Gempa juga bukan salah BMKG, seperti yang saya capture dari akun media sosial berikut ini:

img_6650

img_6651

Heheheh…bukan mbak/mas. Gempa bukan salah BMKG. Mereka pun tak kuasa untuk menahan guncangan gempa. Gempa itu bencana alam. Alam itu Tuhan yang punya. Jadi lebih baik berdoa, supaya keadaan baik-baik saja. Ingat, berdoanya kepada Tuhan bukan di sosmed. Hehehe.. Yuk cusss pulang. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s