AKU RINDU..

Beberapa hari yang lalu, saya bermimpi tentang mama. Entah apa yang mendasari, hanya di mimpi itu tiba-tiba semerbak wangi khas mama. Dan muncullah beliau. Rindu..perasaan yang teramat rindu. Di mimpi itu saya menangis. Menangis karena rindu. Ingin memeluk nya. Tapi tiba-tiba di mimpi itu pun saya tersadar bahwa mama sudah tiada. Perlahan saya pun sadar kembali ke alam nyata, ada air yang membasahi mata yang masih tertutup. Iya, saya sadar saya sedang bermimpi. Dan tangisan di mimpi itu pun terikut sampai di alam nyata.

Sebegitu dalamnya rindu ini. Tidak terasa sudah 2 tahun tiada mama. Ah, ketika seseorang sudah tidak ada maka arti kehadirannya begiu sangat berarti. Apalah saya ini? Hanyalah seorang anak yang tak sempurna, suka tidak patuh ini dan itu. Tapi, saya bahagia. Walaupun dulu sebagai anak kost, saya bisa tetap membuat mama bahagia. Sedikit saja. Membuatnya tersenyum saat saya mengiyakan ajakannya untuk makan makanan yang sangat dia inginkan. Fyi, mama harus sangat menjaga makanannya karna sakit yang dia derita. Ah..

Saat itu, saya ingin sekali membelikan mama sarung tenun silungkang khas Sumatera Barat. Sudah disenter-senter mana yang akan dia suka. Pasti cantik sekali ketika mama pakai, pikir saya. Tapi, sampai mama tiada saya masih belum sempat membelikannya. Ah..

Mama, hobinya menyimpan barang. Barang dari awal lahir sampai sekarang pun masih tersimpan rapi. Bedong bayi, popok bayi, dll. Entah kain-kain itu sudah lapuk sangkin tuanya. Bayangkan saja saya umur berapa dan beliau masih menyimpannya. Sampai-sampai sendal dan tas yang saya belikan pun masih tersimpan rapi di lemarinya. Saya lihat di hari mama tiada. Debu pasir pun belum menghias sendal itu. Dulu saya pernah tanya, mengapa tidak dipakai. Apakah mama tidak suka. Jawabnya, “sayang barangnya. Disimpan dulu saja.”

Saat ini, saya pun sudah menjadi mama. Dan, saya akan merasakan apa yang mama rasakan dulu. Saya akui, seseorang tidak akan bisa menghormati arti pengorbanan seseorang apabila belum berada persis di posisi orang tersebut.

Hai kalian..yang suka membuat hati seorang perempuan yang disebut mama terluka. Sungguh, jangan lakukan. Bahagiakanlah selagi mama masih bernafas. Berikanlah penghormatan tertinggi padanya. Meskipun seorang mama juga manusia biasa. Tidaklah terlalu pandai layaknya einstein ataupun sangat cantik seperti olla ramlan. Seorang mama pasti pernah melakukan kesalahan. Baik secara omongan, tindakan ataupun kesalahpahaman. Tapi bukan berarti mama itu harus disalahkan sejadi-jadinya. Dihina ataupun diejek karena kekunoannya dan kamu dengan kekinianmu. Tetaplah hargai dia. Dia pun manusia sepertimu yang juga ingin dihormati dan dihargai. Bahagiakan dia sampai tiba saatnya nanti. Ketika dia sudah tiada, tak ada lagi panggilan mama. Tak ada lagi celotehan yang kamu sebut dengan julukan mama cerewet. Dan, hanya rindu yang ada. Rindu..

Saya pernah baca, ketika kamu berhasil dalam melakukan segala sesuatu yang kamu kerjakan, jangan sombong merasa itu usahamu sendiri. Tapi, ada doa kedua orangtua mu yang menyertai keberhasilan dari pekerjaanmu.

Saya rindu..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s