KLAKSON

Lelah. Mengejar jam pulang on time dengan harapan jalanan lancar jaya. Walaupun kadang harapan dan kenyataan berbanding terbalik ketika harus bertempur dengan angkot-angkot yang mungkin disupirin sama lelembut yang hatinya tak pernah lembut. Kadang rasanya pengen nabrakin angkot-angkot tak berperasaan itu. Tapi yang rusak mobil aye. Alamak..itu ide yang sangat buruk.
Pernah terbersit ide, seandainya ada sistem satelit yang bisa mengatur lalu lintas. Jadi bagi pengendara sepeda motor ataupun angkutan umum ataupun mobil pribadi yang ugal-ugalan di jalan akan dilaser dan mereka menghilang. Akan dikembalikan ketika para ugal’rs berjanji untuk menaati peraturan lalu lintas.Atau, yang sekedar melewati markah jalan ataupun yang berhenti di tengah simpang ketika lampu merah. Entah apa yang ada di pikiran para pengendara itu. Kalau ditabrak dan (maaf) meninggal ataupun cacat. Tentu yang susah adalah keluarganya juga. Hanya karna kurang sabar 2 menit lah buat.

KLakson. Aku mencintai klakson. Karna dengan membunyikan klakson harapannya orang-orang yang berkendara ugal-ugalan dapat segera sadar dan bertobat. Tapi? Suara klakson yang menggelegar pun tak berpengaruh banyak untuk pengendara di kota ini. Luar biasa.

Kota ini sekarang sedang gencar membuat drainase yang mengakibatkan jalanan yang sudah sempit semakin seuprit karna pinggiran jalan dikeruk untuk pengerjaan hal tersebut. Harapannya ketika hujan tidak banjir lagi. Nyatanya? Ah sudahlah

Di jalanan memakai kopling 3 tidak akan bertahan lama. Karna beberapa detik kemudian pastilah berganti ke 2 melihat liukan angkutan-angkutan umum yang lekukannya ngalah-ngalahin ular cobra yang sedang dimainkan suling.

Ntahlah. Penduduk kota ini sudah semakin banyak. Pembangunan dimana-mana. Tapi pembangunan jalannya tetap sama. Sama seperti ketika saya kecil dulu. Jalanan yang dulu lapang sekarang dipenuhi orang-orang egois yang berkendara ugal-ugalan dan tidak memikirkan ada keluarga yang menunggu mereka di rumah.

Sudahlah repetan saya malam ini sambil nungguin papa Nogu. Soalnya doi da pulang, bo!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s