GULAI KAMBING HAJI MUSLIM – Padang

Siang tadi, saya diajak makan siang di luar kantor bersama dengan beberapa teman seruangan. Rumah makan Tugiah yang akan dikunjungi hari ini. Yang jadi incaran makan siang hari ini adalah kari bebek. Hmm.. sebagai bebek lovers, tapi ga love kali juga sih, diajak nyobain kari bebek tentu membuat lidah bergoyang. Pilihan lainnya ada sup daging sapi, sup kambing, gulai ayam kampung, kari kepala kambing (eh..), dan lain-lain. Dan, pilihan pun jatuh ke kari bebek. Benernya pengen banget makan kari kambing, tapi karna embel-embel ada kepala kambing, jadi bergidik ngeri.
Setelah menyuap sesendok kuah kari bebek, saya teringat dengan gulai kambing haji muslim yang terletak di bypass Kota Padang Sumatera Barat. Bukan karna rasa kari bebek hampir sama dengan racikan si pak haji muslim, tapi berharap racikan kari nya agak mirip-miriplah dengan racikan gulai haji muslim. Ah, saya masih belum bisa move on dari makanan di Kota Padang.

Kalau kamu sedang mengunjungi Kota Padang,  gulai kambing haji muslim ini makanan wajib bagi pecinta gulai or kari kambing. Lokasinya di km 12 jalan besar bypass. Makanan ini cocok untuk makan siang. So, dateng nya sekitar jam 11 siang sampai jam 1 siang. Soalnya kalau udah lewat jam makan siang, gulai kambingnya udah habis atau tinggal sisa-sisa sedikit ajah. Atau, kalau memang tidak beruntung, warungnya malah udah siap-siap mau tutup. (Pengalaman pribadi). Hari Jumat biasanya warungnya tutup lho. Jangan sampai salah hari ya.

Ini enak pake banget. Lebay? Ngga..ciyusan. Daging kambingnya empuk disiram dengan kuah gulai nya yang ringan. Walaupun gulai tapi santannya tidak terlalu menohok. Kuahnya juga penuh rempah-rempah yang buat bau daging kambingnya tidak mencolok lagi. Jangan lupa pakai sambal hijau yang pedes endes plus tambahkan daun singkong dan potongan timun. Segar..

Harga per porsinya Rp.25 ribu rupiah saat itu alias tahun 2015. Sepadan lah dengan rasanya yang menggoyang lidah.

Sambil menikmati gulai kambing, mata juga ikut segar dengan melihat hamparan sawah hijau di samping warung. Jendela terbuka lebar dan angin pun berhembus manja. Makan gulai kambing pun jadi pengen nambah.

Sampai saat nulis ini, masi belum menemukan gulai kambing di Kota Medan yang rasanya melebihi level gulai kambing haji muslim. Ah, rasanya harus liburan ke padang lagi biar bisa nostalgia dengan gulai kambing nya yang aduhai. *Lirik papa Nogu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s