Bersyukur dan Merantau

Kadang jenis bersyukurnya orang beda-beda. Yah, seperti aku yang rada ngga bersyukur walopun pindah ke sini karna APS. APS alias atas permintaan sendiri. Kenapa ngga bersyukur? Karna mama udah ngga ada, so aku merasa hampa. Jiiiah.. Emang dulu yang pengen banget aku ke Medan tu ya si mama. Plus blom ketemu dengan suhami tecinta yang ternyata penduduk Malang,Jawa Timur. Trus kenapa mintanya ke Medan juga? Karna bapak yang lagi sakit stroke trus minta anak-anaknya kumpuL di Medan. Trus kenapa ngga bersyukur? Karna ada Nogu. -end-

Next barusan dengar percakapan rekan kantor dari area lain tentang kondisi dia di perusahaan ini. Sayup-sayup mendengar kok malah ditempatkan disini dan disitu. FYi, doi asalnya dari Medan juga. Penempatannya sekitar Sumatera Utara dst. Mungkin doi belum pernah ngerasai dicampakkan ke propinsi berbeda yang ngga pernah dibayangkan sebelumnya. Bahkan bukan di kota tapi di area yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Yang budaya dan segala prinsipnya berbeda. Berusaha untuk bertahan menyingkirkan ego yang ada. Tata cara bersikap dan etika berbicara yang harus lebih diperhatikan dan dijaga. Berusaha beradaptasi menahan sifat dan sikap seenaknya seperti di daerah sendiri. Karna kita baru, maka kita lah yang harus menyesuaikan diri. Berusaha membuka pikiran bahwa kita adalah pendatang yang hanyalah makhluk sosial dan membutuhkan orang lain. Terkadang mengeluh di medsos walaupun belakangan letih sendiri karna ngga bisa berbuat apa-apa selain bersyukur karna setiap bulan diberi gaji oleh perusahaan ini. Dengan pepatah, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, pribadi ini pun berubah menjadi pribadi baru. Bukan aku yang lama lagi. Bahkan yang dipikirkan bukan hanya pulang ke rumah setiap minggu tapi ongkos pulang setiap libur yang jumlahnya tidak sedikit. Ada sedih dan bahagianya. Sedih karna berpisah dengan keluarga dan orang2 tersayang, bahagia bila waktu yang dinantikan untuk pulang itu telah tiba.

Bersyukur bisa merantau. Mengenal daerah lain selain daerah sendiri. Bersyukur bisa menjadi pribadi baru yang tahan segala kondisi. Tidak berbuat seenaknya karna sudah terbiasa menahan ego di daerah yang tidak semua cocok dengan tingkah laku kita. Bersyukur bisa kenal dengan orang lain dan budaya yang berbeda, menjadikan diri bercermin bahwa bukan hanya kita yang “paling” dalam segala hal.

Merantaulah.. Bersyukurlah jika ditempatkan dekat dengan keluargamu. Janganlah berbangga dengan tingkah lakumu dan cara berbicara mu yang tidak menghargai orang lain karna hanya berputar-putar di lingkungan yang itu-itu saja.

Trus aku udah bersyukur? Kayaknya juga belum.. *pengen ditampol

I’m a Newbie (PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara)

Newbie..

Pendatang baru, stok lama. Itulah status yang disandang hari Senin, 4 April 2016. Ngga kerasa cuti melahirkan usai juga. Benernya sih jadwal masuk kerja masih tanggal 11 april nanti, tapi dikarenakan penilaian semesteran dimana syaratnya pegawai harus aktif bekerja selama 3 bulan berturut-turut. Daripada-daripada kan, ya sudahlah masuk saja 😂 (medan kali)

Mutasi ke Medan ini dengan permintaan sendiri ya. Catet..permintaan sendiri yang kesempatan itu hanya ada 1x selama bekerja. Ah, jangan dibahas perasaan milih medan. Campur aduk kayak bakso dikasi saos sambal. Mungkin lebih ke datar. Iyah datar.. Ahhh kalau dibaca sama si Nurul, mungkin dia bakalan siapin sianida untuk ngeracunin aku dengan perasaan yang datar ini. Hahaha..

Mutasi ke Medan artinya juga mempersiapkan diri untuk ninggalin nogu di rumah. Gadis kecil permata hati yang usianya masih 2,5 bulan. Berat rasa ini, eciyee.. Tapi sementara masih ada Oma Nogu yang berkenan untuk jagain Nogu. Untuk gendang-gendong Nogu. Tapi ya tapi, oma ngga mungkin terus di Medan. Kalau ada inpo mbak-mbak yg bisa jaga anak,mohon hubungi saya. (Skalian ngiklan)

Jarak dari rumah ke kantor sebenarnya dekat. Tapi kemacetan Kota Medan ini sudah imbang dengan ibukota. Apalagi kebiasaan di Padang yang jarak dari tempat satu ke tempat lain itu dekat-dekat. So, nyampe di Medan kayaknya harus mengumpulkan extra tenaga untuk melihat jalanan penuh dengan kendaraan yang padat merayap. Hari pertama berangkat ke kantor ngga telat sih, menghabiskan sekitar 30 menit di perjalanan. Pulangnya juga begitu, tapi jalanan lebih padat merayap. Sampai di rumah sekitar 40 menit dari kantor.

Masih berusaha beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Kebetulan letak ruangan di Wilsu ini sangat jauh berbeda ketika masih di Sumbar. Letak ruangannya tertutup antara 1 bagian dengan bagian lain. Begitu juga dengan gedungnya yang agak berjauhan. Pengen mengitari ruangan dan gedung yang lain, kalau ada kesempatan.

Semoga mutasi ke Medan ini jadi baik adanya. Buat aku, suami, anak dan keluarga kecil kami. Semoga juga bisa beradaptasi dengan lingkungan baru secepatnya. Semoga bisa nerima kemacetan kota ini. Semoga bisa ikhlas ninggalin Nogu dan semoga kantong mata hitam kayak teh celup ini segera hilang karna asik begadang sama Nogu tersayang.