IMUNISASI HEPATITIS B-2 ala Nogu

Latepost ya, biar tetep ingat ulbul-ulbul nya Nogu sekalian sharing tentang imunisasinya. Sebulanannya Nogu tanggal 15 Februari dan besoknya hari Nogu imunisasi pertama. Imunisasi pertama Nogu dilanjutin di RSIA Stella Maris aja karna dengar dari kakak alias digil, kalau di Columbia Asia banyak antrian. Yowezz.. Manut ajah.

Ukuran berat badan Nogu di uLbul pertamanya ini hanya nambah 700 gram sejak pulang dari rumah sakit. Wajarnya sih bayi itu BB nya naik antara 700-1000 gram. Yah, disyukuri aja. Secara emang Nogu pernah disetrap asi gegara  gamau nenen, maunya dari botol mulu. Jadi selagi maksa nogu nenen, yah doi nyusu juga jadi kurang. So bb nogu di bulan pertama ini jadi 4,2 kg yang sebelumnya 3,5 kg. Panjang badan Nogu naik 5 cm jadi 55 cm di umur 1 bulannya.

Bulan pertama Nogu jadwalnya imunisasi Hepatitis B-2. Setelah di enjus-enjus sama bu dokter, nogu nya nangis sebentar. Trus anteng lagi. *cium sayang Nogu. Vaksin nya pake Engerix-B. Biaya imunisasi Nogu bulan 1 kurleb Rp 250 ribu sudah include jasa dokter Rp 125 ribu.


Reaksi dari imunisasi ini? Ngga ada yang berarti sih. Ngga demam pastinya. Mungkin karna kondisi Nogu yang emang lagi fit (seterusnya ya nak.. 😘).

Imunisasi bulan depan dijadwalkan polio 2, dpt, hib, n rotavirus. Smoga lancar jaya 😘

Oiya, sbelum imunisasi nogu dan sepupunya abang kisna n kk kiyen ngga lupa untuk poto bareng duyu..


Akhir kata, Jangan lupa imunisasi ya buibu.. Salam sehat selalu 😘

IMUNISASI POLIO, DPT, HIB, ROTAVIRUS


Tadaa.. Selamat ulang bulan untuk putri ku tersayang-Nogu tanggal 15 Maret 2016. Kalau udah ulang bulan, besoknya udah pasti jadwal nogu imunisasi.

Sampai umur 2 bulan ini, nogu tetap imunisasi sesuai jadwal dari buku imunisasi rumah sakit. Untuk bulan ini, jadwal Nogu untuk imunisasi Polio, DPT, HIB dan Rotavirus. Oiya, Nogu ga ikut PIN karna kalau doi ikut PIN yg tgl 8-15 Maret 2015, jadwal imunisasi rutin yg tgl 16 maret (ada polio didalamnya) harus ketunda. Soalnya baca-baca, imunisasi polio boleh diberikan lagi dengan rentang waktu 28 hari setelah pemberian imunisasi polio sebelumnya. So, ditahan dulu aja deh sesuai jadwal.

Nogu imunisasi di RSIA Stella Maris Medan. Konsulnya ke Dr.Sari Jelita, Spa. Nogu juga ditindik kupingnya hari itu. Biar kelihatan ceweknya gitu. Hehehe.. Puji Tuhan, Nogu nangis terkejut saat ditembak kupingnya. Dan setelah itu udah anteng aja.


Biaya untuk tindik di rumah sakit ini sebesar Rp 150.000 dengan anting-anting dari pihak rumah sakit.

Selagi nunggi antrian, nogu ditimbang berat badan & panjang badannya. Bulan ke-2 ini berat Nogu tambah 900 gram jadi 5,1 kg dan panjang badan nambah 3,5 cm jadi 58,5 cm. Bahagianya..berarti ASI Nogu berhasil ya nak walaupun ex-Ping alias exclusive Pumping. 😂

Finally, antrian Nogu dipanggil juga. Setelah liat buku imunisasi, si dokter bilang utk vaksin DPAT sudah 3 bulan ini kosong. Yang ada hanya DPT yang simultan dengan HIB. Jadi digabung 1 suntikan ajah. Hmm.. DPAT? Oh ternyata itu vaksin yang lagi in sekarang itu lo buibu, yang kemungkinan demamnya kecil. Sedangkan DPT kemungkinan bayi untuk demam lebih besar. Untuk DPT sendiri pakai vaksin Pentabio yang harganya jelas lebih murah dari DPAT. Sempat nanya beberapa hari sebelumnya, vaksin untuk DPAT itu sekitar 475 ribu. Nogu jadinya pakai yang Pentabio. Karna emang hanya itu yang ada. So, untuk polio di tetesin, dpt+hib sekali suntik, dan rotavirus juga ditetesin. Untuk jumlah tetes polio dikasi 2 tetes, sedangkan rotavirus ada tube sendiri yang dihabiskan dalam 1 tube kecil.

Kok pakai Rotavirus? Iyah, rotavirus itu imunisasi untuk diare. Bukan berarti Nogu nggak bakalan pernah diare, minimal daya tahan tubuhnya lebih kuat jika divaksinasi. Rotavirus sebenarnya wajib lho, bukan tambahan. Dibilang tambahan karena memang nggak dapat subsidi dari pemerintah. Secara harganya emang lumayan mahal. Untuk imunisasi Rotavirus sendiri harganya Rp.295 ribu. Total imunisasi plus tindik telinga Nogu Rp. 766 ribu sekian plus sanmol yang diresepin dokter untuk jaga-jaga kalau Nogu demam setelah imunisasi.

Reaksi dari imunisasi? Nogu sih agak lemes ya. Trus karena langsung digendong lama, ngga berapa lama doi nangis jejeritan. Ternyata oh ternyata, bekas suntikan dpt hib nya memerah dan sedikit bengkak. Solusinya sih aku kompres pakai handuk kecil hangat di bagian paha bekas suntikan. Ngga berapa lama nogu udah tenang. Nogu juga demam, siang nya suhu badan Nogu 37,9. Ngga rewel sih tapi hanya lemes dan males minum. Iyalah pasti badannya gak enak. Tapi itu wajar kok, tandanya proses imunisasi berhasil dan tubuh nogu memberi reaksi terhadap imunisasi yang barusan dia terima. Penanganannya tetep kasi asi sih. Demam nogu juga sampai malam. Nogu kebangun jam 1 pagi dan badannya panas, tapi lagi-lagi ngga rewel. Suhu badannya via bawah ketiak itu 38 dercel. Takutnya sih lebih tinggi, so aku kasi sanmol tetes yang diresepin sama dokter. Dosisnya 0,5 ml sekali minum, akhirnya nogu enakan dan bisa tidur.

Pagi nya badan Nogu udah ngga demam lagi. Udah ceria dan pinternya nambah. Makin respon kalau diajakin ngomong. *peluk nogu.

So, jangan takut imunisasi ya buibu. Kuman, virus dan bakteri kan berubah terus. Virus & bakteri jaman dulu dan sekarang itu jelas-jelas udah beda. Istilahnya berevolusi lah ya. So, sayangi anak dengan kasi yang terbaik. Doa tanpa usaha atau usaha tanpa berdoa judulnya sama aja Sia-Sia. Continue reading

TUMIS AYAM SAUS TIRAM

Yuhuu…hari ini mau ngeposting salah satu resep masakan simple-simple jambu. Apalah… Ho’oh, secara udah bosen dengan menu sambal menyambal, hari ini si suami request kepengen dibuatin Tumis Ayam Saus Tiram.

Kenapa harus tumis ayam saus tiram? Karena semalam barusan dari Berastagi supermarket dan kegenitan ambil saus tiram. Next,  sisa bahan-bahan di dapur memang hanya mendukung untuk memasak masakan ini saja. Duh..kasian.

Tanpa berlama-lama, begini nih resep masak Tumis Ayam Saus Tiram ala mak nogu

Bahan-bahan:

  1. Ayam bagian dada 2 potong
  2. Ceker ayam 5 buah (kebetulan ada)
  3. Bawang bombay  1 buah, diiris
  4. Bawah putih 3 siung dikeprek trus diiris cincang
  5. 1 ruas jahe dikeprek
  6. Cabai merah secukupnya diiris serong (yahh sekitar 5 atau 6 lah)
  7. Cabai rawit secukupnya diiris serong (sekitar 5 atau 6 juga)
  8. Daun bawang diiris serong
  9. Tomat 1 buah dipotong 4
  10. Saus Tiram
  11. Saos sambal botolan
  12. Gula dan garam secukupnya
  13. Minyak goreng untuk menggoreng ayam
  14. Air secukupnya

 

Cara membuat:

  1. Rebus ayam dan ceker dengan air secukupnya sampai ngeluarin kaldu ayam. Airnya jangan terlalu banyak.
  2. Setelah direbus, goreng ayam dan ceker setengah matang, angkat dan tiriskan
  3. Panaskan sedikit minyak goreng, tumis bawang putih, jahe, bawang bombay, tomat, cabai merah dan cabai rawit hingga harum.
  4. Masukkan garam dan gula secukupnya
  5. Masukkan saus tiram dan saos sambal botolan secukupnya (sesuai selera)
  6. Tambahkan sedikit air kaldu ayam yang telah direbus tadi, masak sampai matang
  7. Taburkan daun bawang
  8. Angkat dan sajikan dengan nasi panas

Selesai deh..

Ayam saus tiram made in Juliha

Makanan ini simple banget cara buatnya dan bahan-bahannya mudah di dapat. Yuk jangan lupa dicoba. Selamat menikmati masakanmu bersama dengan yang tersayang, teman.

 

BACKPACKER dari PADANG – KUALA LUMPUR, MALAYSIA – SINGAPORE- BATAM ala Barbie’s on Vacation

Lateposttttt banget. Hahaha…tapi daripada nggak ye. Minimal sebagai pengingat kalau negara-negara ini udah masuk ke salah satu tujuan yang “sudah” dikunjungi. Ceile…sombong nean.

Travelling nya ini Februari 2014. Etdaaahh..udah 2 tahun aja. Ho’oh, masih jaman gadis tingting, waktu si ayu tingting juga masi tingting. Halah..

Pakai penerbangan Airasia lah ya pastinya. Secara awak ni cuma anak kost tapi hobi mahal. Halah, minimal biar mahal dapatnya ya  tiket murah la. Hihihi…

Tiket Airasia dari Padang-Kuala Lumpur kebetulan lagi murah (lupa berapa karna udah 2 tahun (ngeles 1)). Trus, termakan rayuan si ticketing untuk lanjut ke Singapore. Yah, tergiur lah wong cuma Rp. 200 rebu kalau ngga salah.

Gilingan…persiapan untuk berangkat banyak banget. So, yang berangkat itu para perawan tingting berjumlah 5 orang dan menamakan diri Barbie’s on Vacation. Penting? Ngga sih. Siapa aja? Aku, siska, suci, sammy, dwi. Pernah kesana sebelumnya? Ya kagaklah..ini perjalanan pertama dan tanpa tour guide. So? Ah, udah gede gausa pala pake tour guide la (baca pake logat Medan). Benernya lebih pengen berpetualang sih dengan cari tempat baru. Yah beraniin diri aja. Berbekal review-review yang didapat dari mbah google plus tiap sore meeting kecil antar personil untuk nentuin rute perjalanan nanti. Hahhaha..

Inget banget, penerbangan AirAsia dari Padang to KL itu diambil jam 8 pagi. Suci, salah satu personil, yang berperan sebagai bendahara plus emak2 mulai oseng2 nasi goreng sebagai bekal sarapan dari jam 5 pagi. Berangkat dari kost-kostan jam 6 pagi dan sampai di Bandara Internasional Minangkabau jam 7 pagi. Ni foto di bawah masih kece menyambut kedatangan pesawat.

20140227_081641

Tragedi..kebetulan di bulan itu lagi marak-maraknya kebakaran hutan di Pekanbaru Riau. Dan penerbangan hari itu kena dampaknya. Delay? Yoo..delay sampai jam yang tidak ditentukan. Sebentar jam 11, jam 12, 13, 14 dan 15.

Finally, pesawat Air Asia dari Malaysia nggak berani mendarat di Padang. So, penerbangan Air Asia dari Padang ke Malaysia hari itu  BATAL. Mau nangis..tapi udah lecek (apa hubungannya). So, puter otak. Balik kantor ya malu lah, mana hotel juga udah di bayar untuk hari itu. Cuti juga udah dipake sehari. Dan yang jelas, pihak Air Asia belum pastikan kapan dan hari apa akan berangkat karena ini bener-bener cuaca darurat. So, daripada malu harus balik kantor dan rugi cuti, maka diambilah kesimpulan untuk tetep pergi via Medan dengan Lion Air. Bah.. ada duit? Terpaksa ada. Penerbangan Padang-Medan kan memang nggak terganggu asap karena nggak lewat pekanbaru, gitchu. Keputusan diambil sudah jam /6 sore. Sedangkan pesawat Padang-Medan itu jam 6 sore udah caw. Yaudah, dengar pengumuman kalau penumpang pesawat Padang-Medan udah disuruh naik ke pesawat, kita baru beli tiket. Lari-lari konfirmasi ke pihak Air Asia kalau kita mau uangnya di refund aja. Lari-lari lagi bawa barang karna udah panggilan ketiga, finally ngos-ngosan sampai di pesawat.

Penerbangan ke Kuala Lumpur via Medan itu jam 10 malam. Kebayang lah sampai di Kuala Lumpur jam 11 malam dan celingak celinguk sana sini, beli kartu simcard hape, naik bus dll akhirnya sampai hotel jam 3 pagi dan tepar.

Benernya pengen ceritain secara rinci, tapi ciyusan deh… 2 tahun yang lalu itu bener-bener buat lupa dengan tiap detailnya. Harga tiket pesawat, transportasi selama disana, hotel, dll. Karena no foto = hoax, jadinya daripada ceritanya malah kepotong ditengah-tengah karena lupa mendingan liat-liat foto kami selama disana aja ya. Hehehhe…

DSCp01643

Kita-kita nginapnya di Bukit  Bintang, so ini mau otw jenjalan gitu.

DSC0164k7

DSC016l82

DSC01i689

DSC01742oDSC01682l

Next, to Genting Highland

DSC01834k

DSC01851h

Apa aja yang dilakukan?? Belanja. Ngeborong sendal + tas yang kece-kece. Tas pada ngga muat n harus rela bahu pegel nenteng tas karna isinya belanjaan semua. Maklumlah wanita..

SINGAPORE

DSCN0687

SAM_0335

DSCN0692

DSC0192j3

Pulangnya kami naik kapal ferry via Batam. Nyampe di Batam nginap 1 malam trus JJS ke Nagoya Hill sebelum balik ke Padang kota tercinta ku juga dan ku bela.

DSCN0723

Selesai deh perjalanan dari Padang – Kuala lumpur – Singapore – Batam yang udah 2 tahun lalu itu. Hihihi…telat banget. Next, mau nulis yang backpackeran ke Phuket di bulan Mei 2014 alias teteeupp latepost 2  tahun lalu. Ampooonn..

Tapi ntar ya…anak mudanya bobox duyu.

ASI dan SUFOR, SAMA-SAMA TERBERKATI

Hari ini Nogu genap berusia satu bulan setengah. Nogu pure asi? Ah..ehm,begini, Sejak dibawa ke rumah sampe nulis tulisan ini, nogu masih asi. Tapi ga bisa bilang pure asi sejak lahir karna ketika di rumah sakit nogu dikasi sufor. Alasannya, suara nogu kalau nangis jejeritan kayak habis kecopetan. Pengen sih nungguin sampai asi keluar, tapi yah kalau diperlama nogu nggak dikasi minum saat itu, aku curiga aja dalam beberapa saat foto aku yg tergeletak habis lahiran muncul di medsos dengan judul “ibu kejam biarin bayi nya nangis sesenggukan di sudut ruangan.”
Kolostrum keluar hari kedua setelah operasi sesar. Setelah dimassage sama perawat. Malah sampai tumpah ruah ke baju rumah sakit yang aku pakai. Ga sangka sih benernya kalau akhirnya sebanyak itu, tapi akhirnya happy dan terharu sambil mikir,”oh ini ya yang namanya asi.”
Asi yang ngelekat di baju itu bukan sekedar air seperti yang aku kira selama ini. Asi yang nempel di baju itu kalau udah kering jadi ninggalin bercak merembes gitu. Diliatin orang kayaknya ngga banget deh ada bercak-bercak kering di baju bagian dada. So, kalau asi full di payudara segeralah beri ke bayi ato dipompa dan disimpan di botol untuk dikasi ke bayi nantinya.
Puji Tuhan sampai saat ini masih kasih asi ke nogu. Malah nulis ini nyambi mompa asi untuk nogu kalau bangun nanti. Ho’oh, nogu udah minum pake botol dot. Benernya ngga boleh ya. Tapi oh tapi ada alasannya. Nogu keluar dari rumah sakit itu dalam kondisi kuning. Masih dalam tahap wajar sih kuningnya dan pesan perawatnya harus dijemur matahari setiap pagi. Tingginya matahari di Kota Medan waktu itu ngga kayak di Padang. Jam 7 udah terang benderang. Ntahlah emang posisi rumah emang ngga oke untuk dilewati matahari, tapi kenyataannya si matahari selalu nongol paling cepat jam 8.30 pagi. Itu juga cuma sinar-sinar manja lewat garasi samping rumah. Selebihnya jam 9 or 9.30. Ada sih usaha untuk jalan ke luar rumah cari-cari matahari. Ke taman gajah mada dekat rumah,misalnya. Tapi dan tapi lagi, kondisi nogu yg masih kecil banget buat rada kuatir kalau harus beredar di taman itu. Tanya-tanya sama om google, ternyata bayi kuning bisa diantisipasi dengan banyak minum asi. Ada masalah? Yah ada.. Si nogu gamau bangun untuk mimik asi. Dibangunin? Sudah. Digelitikin? Sudah juga. Teriak-teriak? Sudah. Ditowel-towel bibir,pipi, hidungnya? Hmm…apalagi itu. Setelah dengan beragam usaha untuk nenen ngga juga berhasil, akhirnya mikir yauda deh dikasi asi tapi pake botol. Tujuannya mastiin berapa ml asi yg nogu minum setiap 2 jam. Trus pastiin nogu BAK dan BAB normal. Supaya mengurangi kadar kuningnya nogu. Oiya, Aku kasih nogu minum sekitar 50 ml setiap 2 jam. Utk BAK nogu normal dan BAB nya kuning keemasan. Dan, yang paling sedih pun terjadi, nogu bingung puting. No..no..aku nggak bahas kebingungan nogu akan puting di tulisan ini. Mungkin nanti dibahas deh .
Kasih asi ke nogu emang ada pasang surutnya. Ngga selamanya lancar jaya kayak air keran. Sempat juga asi nya mampet kayak PDAM yang ngga dibayar 6 bulan. Dengan dilema kualitas dan kuantitas asi nogu yang “katanya” begini begitu, diragukan bakalan cukup apa nggak. Dan disarankan diimbangi dengan sufor.  Oh no..!!
Bukan anti sufor, hanya kalau masih bisa kasih Asi dengan segala usaha dan upaya kenapa harus berdampingan dengan sufor.
Finally, sadar banget kalau Asi itu benar-benar berkat dari Tuhan. Sama kayak nafas yang dikasi tiap pagi, cara bersyukurnya juga sama dengan tetap mengucurnya asi tiap pagi. Trus ibu-ibu yang kasi sufor ke bayinya tidak diberkati? Ibu-ibu yang kasi sufor sangat terberkati. Terberkati hatinya karena di lubuk hatinya terdalam sebenarnya ngga mau kasi sufor untuk anaknya. Ngerasa banget sedihnya ketika asi kita gak cukup untuk menuhin kebutuhan si bayi.  Tapi banyak alasan-alasan yang buat ibu-ibu beralih ke sufor. Produksi asi ibu sedikit jadi alasan utama. So, udah tau asi si ibu sedikit, dibahas pula kenapa ngga kasi asi gini gitu, siap2 aja silet melayang. Melayang kemana? Mungkin untuk nyukur bulu kaki. -sekian-
Ibu mana yang mau nggak kasi asi untuk bayinya? Pasti ngga ada. Tapi kalau memang asi nya susah keluar, mau makan sayuran ijo, merah, kuning,jingga, ungu juga gak bakalan keluar. Trus harus tetap idealis mau kasi asi dengan kondisi begitu? Kelaperan lah bayinya.  Bijak sih bagi ibu-ibu yang harus kasi sufor ke bayinya tapi dengan kondisi ibu-ibu yang emang sulit dalam memproduksi asi.
So, berharap banget bisa full asi sampe nogu 6 bulan. Smoga Tuhan tetap kasi berkat berupa asi yang selalu mengalir setiap hari. Kalaupun Tuhan hentikan berkat asi itu, biarlah diganti dengan berkat hati yang tegar dan siap untuk memberikan sufor untuk nogu si buah hati.