Andai hidup itu mirip DVD

Saat hidup dihadapkan dalam suatu situasi kondisi untuk memilih. Memilih menyenangkan orang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri atau memilih keberlangsungan hidupnya tapi diprotes sama orang lain. Ribet? Iyah ribet banget. Berharap dengan “win-win solution” dimana bisa menyenangkan orang lain sekaligus berdampak positif untuk dirinya. Tapi harapan untuk berdampak positif pada dirinya hanya sekitar 10%. Padahal untuk menjalani hal tersebut harus mengorbankan satu hal yang bersifat 1 kali semasa berkarya. Dan, sudah harus  dijalankan. OMG..

Diulang lagi dari awal? Ya ngga bisa la (emang dvd bisa dimundurin). So? Nyesal? Iyah nyesal.Kalo nyesal kenapa memilih dari awal? Dari awal memilih udah tau bakalan nyesal. Kenapa masi tetap dipilih? Karena janji.Janji adalah utang (ceile..)

Trus? Yah banyak-banyak berdoa aja supaya dikasi kesabaran, keikhlasan, mujizat supaya anteng ngejalanin pilihan. Karna pilihan hidup bukan dvd yang bisa dimundurin lagi. Cukup-cukup…ini ngomong apa sih? Ntahlah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s