Jangan suka nyubit kalau gamau sakit. Oh my..

Jangan mencubit kalau tidak mau dicubit. Yaiy..rangkaian kalimat ini bener banget. Apalagi bagi kita makhluk sosial yang selalu berhubungan dgn orang lain, butuh orang lain. Kadang mikir, apa sih susahnya ngomong dengan nada baik dan kata-kata yang baik tanpa embel2 “menghina,mengejek,mencemooh” terlebih dahulu? Pernah terpikir kah akan menyakiti hati org yg mendengarnya, menjadikan si pendengar menjadi berdosa karena harus merutuk dalam hati karna diperlakukan sperti itu. Si pendengar saja berdosa, apalagi si pelaku. OMG..tapi aq bukan Tuhan yg bisa menentukan itu benar atau salah. Hanya sebagai manusia umum yg punya perasaan, merasa terenyuh menyaksikan hal-hal kayak gitu.
Gamau disakiti? Jangan menyakiti. Gamau dingomongin pedes sama org lain? Yah jgn ngomong culas sama org lain. Pengen dihormati dan dihargai orang lain? Hormati dan hargai dulu orang lain. Kalau udah dilakuin smuanya tapi tetap dapat perlakuan yang ngga enak? Minimal kita sudah menebarkan kebaikan, masalah dibalas atau tidak itu urusan Tuhan. Tuhan ngga buta, Tuhan ngga tidur. Tuhan ngeliat smua apa yg kita buat, bukan berharap pamrih atau apapun, minimal walaupun bukan kita yg menerima balasan secara langsung, masih ada suami, keluarga, teman yg berhubungan dengan kita yang akan menuai apa yang telah kita tabur.
So? Boleh merutuk? Manusiawi sih ya. Tapi belajar positif aja bagi yg udah disakiti, apa yang ditabur pasti akan dituai. Doakan saja yang terbaik bagi yang menyakiti dan yang tersakiti. Yang terbaik lho ya..yg terbaik. Karna pembalasan itu bukan hak kita, tapi hak nya Tuhan #self reminder juja deh

Advertisements