Visit Sumbar 2015: Malibo Anai keterusan sampai ke Batusangkar

Ketika ibu hamil punya kaki yang bawaannya pengen jalan aja. Yuhu, di sabtu pertama November 2015, si janin lucu berumur 27 minggu, dan si emak gendut lagi ngulet-ngulet di tempat tidur. Tetiba kepengen manjangin kaki (yeahh..emang si janin doang yang bisa meregang kakinya sambil nyundul-nyundul perut) n manggil sang suami. Setelah perdebatan alot antara males pergi tapi mau pergi, akhirnya yah pergi.

“Kemana ma?” kata suami

“Ke Padang Panjang yuk pa.” sambung aku

“Yauda, cepetan donk gerak nya.” lanjut suami

grasak-grusuk persiapan kilat. Kemana? Ke Padang Panjang. Trus kemana? Nggak tau. Perjalanan tanpa tujuan sebenarnya. Tiba-tiba teringat dengan rumah buku nya Fadli Zon yang di Padang Panjang. Tapi belum tau letak nya dimana. Cari-cari di mbah google kayaknya juga nggak nemu.

Perjalanan dimulai dengan “isi bensin” dulu. Isi bensin mobil plus “isi bensin” bumil dan pamil. Singgah di Sup Uni Des tepi pantai Padang. Nasi Sup nya enak la ya. Sepiring nya Rp. 16.000 yang dihiasi dengan potongan-potongan daging yang lumayan tebel dan gede. Singgah ke sini jangan lupa campurkan kerupuk jangek ke dalam piring dan dimakan bersama dengan sup. Rasanya… amboy mak. Setelah piring licin tak bersisa, masih juga ngambil yang namanya Sala Lauak (bener nggak sih tulisannya?). Sala Lauak ini makanan khas minang. Bentuknya bulat-bulat kuning. Berbumbu dan ada rasa-rasa ikan gitu.

sala lauak.jpg

Bawa duit Rp. 50.000 bisa lah makan berdua di Nasi Sup Uni Des. Include Nasi Sup 2, Teh Botol Sosro 2, Kerupuk Jangek 3 dan Sala lauak 2. Masih ada kembalian beberapa ribu untuk parkir.

Untuk ke arah Padang Panjang dari Nasi Sup Uni Des, kami lewat dari Jalan Ulak Karang yang ke arah Basko. Tiba-tiba teringat sama tempat yang namanya Malibu Anai. Malibu Anai itu salah satu resort di sepanjang jalan Sicincin-Padang Panjang. Letaknya sebelah kiri dari jalan. Biasanya sih dipakai orang-orang untuk outbond, acara resmi or sekedar mandi-mandi doang. Soalnya disana tu ada tempat pemandian sejenis kolam yang ada batu-batu dan air terjunnya.

Keisengan mendadak akhirnya membawa suami membelokkan setir ke arah kiri. Uang masuknya itu Rp. 5000 yang diambil sama penjaga depan pos. “Trus kita kemana ma?” kata suami. “Kemana ya? Yah jalanin aja deh dulu pap.” lanjutku dengan muka bingung. Heheheh…

Awalnya kita belok ke kanan dulu, ngeliat pemandangan-pemandangan aja. Sepi sih ya. Dengan jalan yang sedikit naik turun, trus ngeliat beberapa anak SMA yang makan di pinggir taman sambil siram-siraman air minum. Jalan terus ke atas, ternyata ada sekelompok mahasiswa yang sepertinya mau outbond dan masuk ke pemandian. Hmm… akhirnya kita muter arah deh.

Next, cari-cari tempat lucu dan sepi untuk foto-foto geje. No foto hoax ya… yah beginilah salah satu hasilnya yang nggak banget karena ngrasa jalan milik sendiri

DSC_0129

Hanya ambil beberapa gambar, udah mulai kedengaran gluduk-gluduk yang tanda nya mau hujan. Yah akhirnya perjalanan Malibu Anai diakhiri dengan waktu sekitar 30 menit sajah.

Next, kami lanjut ke Padang Panjang. Kota yang dikenal dengan julukan Serambi Mekah. Kenapa? Karena Kota Padang Panjang ini terkenal sangat religius sekali. Dengan kondisi kota yang di kelilingi gunung-gunung, udara yang dingin, kondisi hujan yang nggak bisa diprediksi BMKG dan yang pasti kotanya sepi. Adem, julukan tambahan untuk kota ini.

Rencana awal ke rumah buku Fadli Zon kayaknya diurungkan, karena kami nggak tau tempatnya. Mungkin dikunjungan lain bakalan singgah kesana deh. Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang ketika kami sampai di Kota Padang Panjang. Ngeliat pondok Sate Mak Syukur yang terkenal itu, tapi sebagai mak hamil yang perutnya buncit, siang-siang makan sate kayaknya cuma gelitik-gelitik usus. Akhirnya, aku berhasil merayu sang suami untuk parkir di salah satu resto di Padang Panjang namanya RM Pak Datuak. RM Pak Datuak ni termasuk rumah makan yang rame, mungkin karena letaknya strategis juga termasuk rumah makan gede di Padang Panjang. Lauk nya dihidangkan (khas RM Padang), kami makan rendang 2, gulai cancang seporsi, nasi, teh manis dingin dibayar dengan Rp. 85.000. Tapi kok kayaknya lebih puas dengan RM Lamun Ombak ya? hahahahah..

Setelah makan siang di RM Pak Datuak, terjadi kebingungan arah lagi. Mau ke Bukittinggi atau ke Batusangkar. Jalanan ke Bukittinggi sudah bisa dipastikan macet karena hari Sabtu pasti banyak banget yang liburan kesana. AKhirnya diputuskan untuk ke Batusangkar.  Arah jalannya? Setau saya sih arah jalannya kalau dari Padang Panjang itu belok ke kanan ke arah Solok dari kota. Ikuti aja petunjuk arah di jalanan yang membawa kita ke Batusangkar.

Batusangkar terkenal dengan Istana Pagaruyung yang merupakan ciri khas rumah adat Minang dengan Bagonjong nya. Pernah liat di Museum Adityawarman Padang, tapi kayaknya kalau nggak kesana kok kayak belum sah ya tinggal di ranah Minang.

Sempat kesasar juga sih ya mau ke Istana Pagaruyung, tapi saran ku sih yang penting liat petunjuk jalannya aja. Kalau udah agak kesasar, tanya sama penduduk yang lewat pasti dikasi arah yang benar.

Finally, sampai juga di Istana Pagaruyung. Guedeeee… megah…apalagi ya..?
Uang masuknya Rp. 7000/orang untuk wisatawan domestik dan Rp. 14.000/orang untuk wisatawan luar negeri. Memasuki pagar dari Istana Pagaruyung, sayup terdengar lantunan lagu Minang yang mendayu-dayu. Buat janin kecil jadi pengen bergoyang di dalam perut. Pokoknya suasananya minang banget lah ya.

Jam menunjukkan pukul 2 siang ketika kami sampai di Istana Pagaruyung. Disambut dengan matahari yang lagi sengit-sengitnya bersinar buat emak gendut gak selesai-selesai menyeka keringat. Fiuhhh…

No pic pasti lah hoax, ini beberapa gambar yang diambil di depan Istana Pagaruyung. Oiya, untuk foto kami berusaha mandiri dengan menggunakan tripod. Wwkwkwkwk..jijay ya. Tapi demi..demi dan demi menangkap momen-momen indah. Hihiihi..

DSC_0144.JPG

Trus kami masuk ke dalam Istana, tapi terlebih dahulu sendal dan sepatu harus dititipkan di penjaga depan. Dimasukkan ke dalam kantong plastik untuk masing-masing pengunjung, jadi nggak disatukan dengan pengunjung lain. Mungkin bisa rebutan ntar kalo disatukan dengan yang lain. Oiya, ada 3 lantai dalam Istana Pagaruyung. Lantai 1 isinya peninggalan benda-benda kerajaan gitu plus patung-patung dengan pakaian adat Minang.

IMG_20151120_094343.jpg

IMG_20151120_094359

IMG_20151120_094415

Lantai 2 isinya ornamen-ornamen nikahan untuk adat Minang gitu. Mulai dari panggung hiasan-hiasan untuk latar tempat nikahan Minang.

IMG_20151120_095843.jpg

Lantai 3 isinya kayak ruangan kecil. Ada meja bundar kecil dikelilingi kursi-kursi untuk ngopi raja-raja dulu kali ya.

DSC_0179

Finish, kita kembali ke lantai dasar. Setelah turun tangga, kita diminta untuk memberikan sumbangan untuk penitipan sendal dan sepatu. Seikhlas hati pengunjung aja sih dan dimasukkan dalam kotak di depan yang udah disediakan sama penjaganya.

Di Istana Pagaruyung juga ada penyewaan baju adat Minang. Jadi kalau kita mau foto-foto alay pakai baju adat Minang, bisa disewa di lantai dasar dengan harga Rp. 35.000 – Rp. 40.000 / baju. Trus bisa minta tolong sama uda-uda untuk difotoin dengan kamera mereka. Bayarannya belum ditanyain karena kami ngga mencoba pakai jasa mereka. Oiya, karena kegerahan, jadinya si emak gendut ini nggak jadi nyobain baju adat Minangnya. Udah lengket banget kepengen pulang.

Di luar Istana Pagaruyung banyak banget jual makanan, tapi kami mutusin beli minum di swalayan aja deh biar terjamin keabsahannya. Jiaahh..

Jalan pulang nya kami lewat dari Padang Panjang. Karena, rasanya lebih dekat dari Padang. Selain badan emak gendut udah tepar, si suami juga udah ngantuk berat. Oiya, pulangnya nggak lupa singgah dulu di Bakso Mas Tris Tabing plus jjs nggak jelas di Basko. Ini capek atau capek?

Yuk kapan lagi kita kemana pa?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s