Tips memilih cincin pernikahan

Pernikahan adalah suatu kejadian sakral yang semua manusia memimpikan hal itu terjadi hanya sekali seumur hidup. Kalau ada yang menginginkan lebih dari sekali, mungkin dia barusan menang undian 2 milyar dan belum dicairkan (soalnya kalau udah dicairkan mungkin malah gak jadi nikah, tapi malah beli ini itu)

20 Desember 2014 yang lalu, aku melangsungkan pernikahan dengan seorang lelaki yang akhirnya mau menghabiskan hidupnya untuk tetap mencintaiku walaupun sudah dapat dipastikan dia akan aku isengin selama hidupnya (lho). Seperti biasa, persiapan pernikahan itu benar-benar harus dipikirkan secara matang. Mulai dari keinginan dari si pelakon sendiri, dicampur dengan keinginan keluarga dan bumbu dari para teman dekat. Salah satu teman dekat mengingatkan untuk segera membeli cincin pernikahan karena berdasarkan pengalamannya ketika menikah dulu beberapa hari sebelum menikah cincin pernikahan itu masih belum terbeli juga. Mungkin lupa atau menganggap itu hal yang tidak terlalu penting, tetapi di akhir episode ternyata membuat teman dekat aku itu sedikit kewalahan dengan tragedi cincin pernikahan yang dipesan secara buru-buru.

Sebagai seorang perempuan yang baru pertama kali menikah, tentu aku ingin persiapannya itu sebaik mungkin. Khusus untuk cincin pernikahan, aku sudah mengumpulkan beberapa rekomendasi dari beberapa teman.

1. Sebagian teman mengatakan jangan memilih cincin pernikahan yang memiliki kadar emas 24 karat dengan alasan emas itu memiliki tekstur yang lunak dan tidak bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama karena akan merubah bentuk aslinya. Hmmm… Selain itu, aku juga pernah baca kalau laki-laki itu tidak baik jika menggunakan emas sehari-hari karena akan mengganggu kesehatan.

2. Calon mama mertua juga menyarankan demikian, trus untuk mata cincinnya jangan terlalu banyak karena takutnya akan lepas jika lama dipakai.

3. Saran dari mereka adalah menggunakan emas dengan kadar 22 karat karena hanya terdiri dari 70% emas dan 30% bahan-bahan lain. Selain tekstur yang kuat, juga warnanya tidak mencolok untuk dipakai sehari-hari. Bisa emas yang berwarna kuning atau juga yang emas putih.

4. Untuk berat masing-masing cincin, ada yang bilang diberatkan di laki-laki trus ada yang bilang malah di perempuan saja.

Setelah menerima beberapa masukan dari orang-orang yang telah aku sebutkan di atas, akhirnya dipilihlah cincin yang akan jadi pengikat antara aku dan lelakiku.

cincin nikahan gue

Kenapa pilih ini? Sekalian aku kasi tips memilih cincin pernikahan versi aku:

1. Mengikuti masukan dari teman-teman beserta calon mama mertua yang sekarang udah jadi mama mertua. Aku lebih memilih cincin dengan pilihan emas putih dengan 1 mata cincin. Dengan mempertimbangkan desain sederhana karena nantinya akan dipakai oleh suami sehari-hari. Kalau pakai yang berwarna kuning menurutku akan terlalu mencolok.

2. Setelah hunting di beberapa toko emas di Kota Padang, akhirnya aku memutuskan untuk membeli di toko langganan teman dekat yang bulan Mei 2014 juga baru saja melangsungkan pernikahan. Nah teman yang selalu aku panggil dengan dian kamek ini merekomendasikan di Toko Emas Sumatera Satu. Selain model cincin beragam, sang penjual juga melayani konsumen dengan ramah. Sebagai informasi untuk penyelesaian cincin ini sekitar 10 hari. Jangan lupa juga mengukir nama pasangan di masing-masing cincin. Kalau ini aku enggak tau sekedar alay atau memang ada aturan baku nya. Heheheh.. Untuk biaya ukir gratis lho ya

3. Untuk ukuran berat nya, aku mendengar saran (lagi-lagi) dian yang memilih lebih berat cincin di perempuan dibandingkan laki-laki. (Maafkan aku, suamiku)

4. Cincin dari emas putih rentan dengan warna yang kusam. Apalagi kalau dipakai sehari-hari. Jangan pernah membawa cincin untuk mandi atau melakukan kegiatan rumah tangga sehari-hari seperti: mencuci piring, mencuci pakaian, dan lain-lain. Jika cincin sudah terlanjur kusam, cincin dari emas putih bisa di krom. Nah 2 minggu lalu, saya dan suami iseng-iseng mencoba ng-krom cincin kita. Ingat ya..lebih baik di krom di tempat kita membeli cincin. Mungkin karena sudah dianggap langganan, biaya untuk krom hanya Rp. 25.000 saja.

4. Pilih cincin yang sederhana. Jangan menghabiskan sebagian besar biaya pernikahan anda hanya untuk cincin. Karena yang terpenting adalah anda dan suami sudah diikat menjadi suami istri.

Cincin itu bulat dan tak berujung. Aku berharap, cintaku dan suamiku juga tetap terus, terus, dan terus tak berujung sampai maut memisahkan. Cieeee.. Aminnn..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s