JeLajah Air Terjun Nyarai Sumatera Barat

Well…sejak 2010 saya menetap di Sumatera Barat, salah satu propinsi yang kaya dengan wisata alamnya. Sebagai jombloers sejati (waktu itu), aku dan teman2 kantor sesama perantau selalu mencari tempat baru yg belum pernah dikunjungi sama sekali.

Sampai suatu hari, salah satu temen kantor memposting foto air terjun di akun instagramnya. 1 kata…wowwww…sumpah keren banget. Baru kali ini lihat yang begituan. Namanya air terjun Nyarai. Penasaran? Pasti..

Setelah cari info dan googling tentang air terjun itu, diketahui lokasi air terjun itu di daerah Lubuk Alung. Sekitar 1 jam perjalanan dari padang. Eh tapi bukan berhenti di  Kota Lubuk Alung saja, tapi masuk lagi ke dalam (belok kanan kalau dari  arah padang) sebelum persimpangan Pariaman. Dari simpang itu ke pos air terjun sekitar 30-45 menit lagi. Lumayan melelahkan..

Personil penjelajah kali ini ada 9 orang (aku, dwi, siska, maya, muel, dame,mangantar,adry, n caca alias franky). Untuk menuju ke lokasi, kami menyewa 1 mobil inova beserta supirnya yg kebetulan baik banget (contact si bapak ada di dwi..maaf). Berangkat dari kost itu jam 7 pagi, molor sejam dari perjanjian awal jam 6 pagi. Pagi banget kah? Iya..karena menurut informasi, untuk tracking ke nyarai itu lebih baik pagi hari, selain tidak terlalu lelah di perjalanan juga tidak terlalu ramai pengunjung.  9 orang muat di mobil? Tentu tidak.. karna mangatar dan franky menyusul menggunakan sepeda motor alias kereta kalau cakap orang medan. Sampai di Lokasi sekitar pukul 8.30 wib dan kami sarapan dulu.

Kami memutuskan untuk sarapan di depan pos tracking Nyarai. Makan seadanya dengan menu nasi padang. Tp gak recommended sih dari segi kebersihan. Berhubung tidak ada pilihan lain, ya sudahlah. Lebih baik bawa bekal sendiri karena lebih aman dan bersih.

Setelah selesai sarapan dan personil sudah lengkap, kami berjalan skitar 50 meter menuju pos jaga. Biaya yang dikeluarkan Rp.20.000/orang sudah termasuk guide yang akan menemani kita sampai ke air terjun Nyarai. Rute yang dilalui cukup melelahkan sekitar ± 3 kilometer dengan durasi waktu ±3 jam plus istirahat di perjalanan.

Perjalanan dimulai dan yang menjadi guide untuk kelompok kami saat itu namanya Fahri, anak laki2 kelas 3 smp (Ngarep yang ngguide ganteng). Masing-masing kami menenteng tas ransel dengan bawaan beraneka ragam. Tentunya masi dengan semangat 45 yang membara.

IMG_61932587741933

Setelah beberapa menit perjalanan tampaknya kami mulai kelelahan. Semakin ke dalam hutan, lebar jalanan pun semakin kecil. Kami pun mulai menyusuri jalan setapak demi setapak. Akar-akar pohon besar yang sudah tua terkadang jadi pegangan supaya gak terjatuh dikarenakan jalanan yang cukup licin hari itu. Masing-masing kami sibuk mencari tongkat-tongkat kayu yang cukup kokoh untuk menahan berat badan kami yang besar ini. Malah ada yang rebutan untuk mendapatkan 1 tongkat kayu yang kekuatan kayunya lebih dari yang lain. Hahahah.. *lebay.

IMG_61927334209779

IMG_61883265594010

IMG_61869483330318

IMG_61915718681395

Rute tracking lumayan menguras keringat. Buktinya rambut kami semua sudah basah dengan keringat seperti orang yang baru saja mandi, tetapi tidak ada wangi-wanginya. Hmm.. Setelah melewati beberapa jalan berliku dan berbatu, akhirnya pandangan aq mulai penuh dengan bintang-bintang. Yah..saya butuh istirahat. Melihat perjalanan yang bersisa 2 jam lagi, sepertinya tidak mampu. Tapi kalau harus balik lagi ke awal rasanya cemen skali. Setelah duduk beberapa lama dan meminum sebotol air teh kemasan akhirnya aku dan teman2 melanjutkan perjalanan. Special thanks to dedek fahry yang udah bawain tas aku sepanjang perjalanan. *cupcup muachh muachh…

Setelah melewati jalanan yang naik turun, berliku dan licin, tibalah kami di sungai pertama. Yah seperti orang yang tidak pernah melihat aliran sungai, aku dan teman2 menjerit kegirangan.

IMG_61856997110702

Setelah berfoto-foto dan beristirahat beberapa saat, kami melanjutkan perjalanan kembali. Di tengah perjalanan kami bertemu dengan makam lama. Enggak tahu itu makam siapa, tapi sepertinya makam yang sudah lama ada disitu. Perjalanan pun dilanjutkan dengan satu impian ingin melihat air terjun nyarai yang indah itu. Beberapa jam berlalu, ratusan langkah kaki telah berbekas di tanah, akhirnya sampailah kami di air terjun nyarai. Luar biasa..

IMG_20141103_192629

Air terjun Nyarai terdiri dari batu yang memiliki bentuk yang unik. Terdapat lubang-lubang yang menambah keindahan dari air terjun nyarai tersebut. Kedalaman air terbagi atas 3 bagian. Kejernihan air yang berwarna kehijauan menambah indah air terjun ini. Batu-batu sungai terlihat jernih menghiasi dasar air terjun ini. Kami diperbolehkan untuk menikmati dinginnya air terjun ini dengan syarat mampu berenang dengan baik. Apabila tidak bisa berenang, kita dapat menyewa baju pelampung di pinggiran air terjun dengan biaya Rp.10.000/pelampung. Sebelum menikmati dinginnya air, kami makan siang terlebih dahulu dengan bekal yang kami bawa masing-masing. Kebetulan aku membawa bekal sendiri dari rumah, sedangkan teman-teman yang lain membeli bekal di tempat sarapan tadi. Setelah menyewa pelampung, kami mulai menceburkan diri ke bagian kolam yang rendah. Airnya benar2 dingin tapi tidak menyurutkan niat kami untuk tetap bermain disana.

10 menit kemudian hujan pun turun. Penjaga air terjun nyarai menyuruh kami naik dari kolam dan menyuruh kami untuk naik ke pos terakhir sekitar 500 meter dari air terjun. “untuk mengantisipasi naiknya air dikarenakan hujan”, ujar si penjaga air terjun. Sebagai orang awam, aku dan teman2 tentu saja menurut. Sedikit kecewa karena hanya 10 menit menikmati keindahan dan sejuknya air terjun itu.

Perjalanan kami kembali ke pos terakhir sebelum air terjun ditemani hujan deras. Sialnya aku tidak membawa plastik untuk menyimpan handphone. Setengah jam kemudian kami sampai di pos terakhir dengan baju basah dan tas yang basah, terlebih aku dengan handphone yang rusak. Akhirnya kami menunggu hujan reda di pos terakhir yang ada di tepi sungai.

Sejam kami menunggu akhirnya hujan reda. Tetapi pengunjung lain sudah sangat ramai untuk menuju air terjun nyarai tersebut. Sepertinya niat kami untuk kesana pun sudah hilang dan kami memutuskan untuk mencari sungai lain yang sepi untuk tempat bermain.

Fahry sang guide kecil kemudian mengajak kami ke salah satu aliran sungai yang sepi. Untuk melepaskan rasa kecewa kami, maka akhirnya kami bermain di sungai itu selama beberapa jam. Setelah selesai bermain dan menjemur diri di teriknya matahari, kami pun kembali berjalan pulang agar tidak kesorean sampai di Pos awal dan segera pulang ke Padang.

IMG_61774836240549IMG_61954148653625IMG_61520176375318IMG_61751838106241

Advertisements